Wake Up, Survive, Sleep (part 1)

tumblr_l9ibnrJq7z1qzc87no1_500

Sci-Fi Story

She’s Fight! She’s a Girl! She’s a Machine! She’s Have a Feeling!

Perkenalkan, perempuan ini bernama 30911. Dia diprogram khusus untuk menjaga keamanan dari pemberontakan yang sedang berlangsung di zaman high-tech ini. Mau tahu apa yang terjadi disini?! Pikirkanlah siapa yang bersalah, sebelum kegilaan ini muncul… manusia terlalu pintar untuk menciptakan suatu teknologi besar yang akan mencelakainya. Seseorang telah menciptakan zat/program khusus yang akan membuat mesin berperasaan seperti manusia. Para manusia mengira ini akan menjadi bagus, tapi sayangnya seseorang yang menciptakan zat/program tersebut tidak memikirkan bahwa setiap perasaan dan pikiran ada yang jahat dan yang buruk. Saat itu, seseorang membuat robot besar, sangat raksasa. Robot besar tersebut ingin menguasai dan mengalahkan seseorang yang menciptakannya, otomatis ia membunuh yang menciptakannya. Dan robot besar tersebut diprogram dengan inteligensi yang canggih. Ia menciptakan tentara-tentara robotnya dengan nomor seri agar bisa mengenal mereka dengan baik, dibuat pabrik besar berteknologi khusus dan manusia sementara dijadikan budak untuk membantu pembuatan robot tersebut. Karena manusia direndahkan sama seperti binatang bagi robot-robot, beberapa manusia’pun memberontak. Setelah beberapa dari mereka kini ratusan yang memberontak, setelah ratusan kini beribu-ribu pemberontak yang membela manusia. Setelah beribu-ribu, kini seluruh dunia memberontak. Robot Raksasa yang bernama G1010 semakin banyak membuat tentara-tentaranya, bahkan membuat tentara khusus yang lebih pintar dari polisi dan dirancang khusus bagi yang memberontak.

Tapi yang kita fokuskan adalah si 30911. Tentara wanitaย  yang dibuat khusus untuk para pemberontak. Sebuah ruangan kecil cukup untuk kamar tidur, disana alarm dekat ranjang berbunyi seperti beep… beep.. beep.. 30911 terbangun dengan mata putih beningnya dan bergerak kaku saat bangun tidur. Ia langsung mendapat pemberitahuan dari G1010 bahwa mereka akan menjaga perbatasan gedung tempat robot raksasa tersebut dilindungi. Bukan cuma 30911 saja, tapi tentara-tentara yang lain juga diperintahkan seperti itu.

Tepat pada saat itu juga, manusia-manusia mengepung sekitar gedung tersebut. Semuanya terjadi perang antar manusia dan mesin. 30911 sama seperti yang lainnya, ia tidak tahu kalau manusialah yang pertama menciptakan ia dan G1010. Para robot tentara dipengaruhi oleh G1010 bahwa manusia adalah makhluk yang tidak mengerti perasaan dan kejam. Maka itu 30911 menembak mereka yang mendekatinya. Para robot bekerjasama untuk melawan para manusia. Teman 30911 adalah 21901, tentara laki-laki yang menjadi rekan perangnya untuk melawan manusia.

2 jam berlalu perang darah itu berakhir, para manusia disekitar robot-robot itu memang sudah mati, tapi yang jauh dari mereka memilih kabur karena takut dan kalah jumlah dengan tentara-tentara mesin tersebut. “Berakhir sudah kegilaan ini. Ayo kita kembali.” kata 21901 sambil tersenyum tipis dengan mulut besinya tersebut. 30911 hanya diam saja lalu mengangguk, karena para tentara lain sudah masuk kedalam gedung untuk beristirahat.

Baru saja mau kembalim, tiba-tiba ada suara yang terdengar, seperti suara tangisan anak kecil. 21901 menodongkan senjata dan siap-siap berjalan kearah mobil tua berlumuran darah karena mayat-mayat manusia yang tertembak. Mereka berdua membuka pintu tersebut dengan kasar dan hampir menembakan senjata kearah anak perempuan kecil yang berumur sekitar 6 atau 7 tahun. 30911 dan 21901 hanya keheranan dan anak kecil itu ketakutan sambil menangis pelan-pelan. “Manusia jenis apa ini?” tanya 30911. 21901 hanya menunjukan wajah kaku lalu berkata,”Aku juga tidak tahu, dia kecil, dan penakut.” Tiba-tiba 21901 menodongkan senjatanya kemudian 30911 mencegahnya,”Eh! Jangan!” 21901 lalu berkata,”Kata pemimpin bilang manusia harus dimusnahkan entah itu berdaya atau tidak, yang mereka lakukan itu bohong, mereka tidak pernah baik kepada kita.”

30911 terdiam lalu berkata,”Tapi aku rasa dia bukan manusia seperti itu. Yang ini agak.. aneh kau tahu… aku rasa jangan bunuh dia. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak.” 21901 tersenyum lalu berkata,”Itu cuma perasaanmu saja dan pemimpin kita bilang manusia melakukan penyamaran memohon agar mereka tak terbunuh. Padahal ia ingin menghabisi kita 911.”

little-girl-with-green-eyes-jindra-noewi

Anak perempuan itu terlihat takut tapi pelan-pelan ia berhenti menangis dan menatap mereka dengan matanya yang tajam itu. Anak perempuan itu berusaha menghadapi dua robot itu dengan tabah, menatap mereka dengan tajam. Sepertinya anak perempuan ini telah bertahan dari segala kegilaan yang berisik berirama ‘musik’ hentakan senjata, suara teriakan dari para manusia yang tersiksa yang berjuang melawan para robot. 30911 dan 21901 merasa aneh dalam perasaan baja mereka. 30911 memanggilnya dengan lembut,”Hai manusia kecil. Siapa namamu?” Anak perempuan itu menghela nafas dan berdiam saja. 30911 menunggu jawabannya, 21901 tertawa kecil seperti meremehkan lalu berkata,”Lihat, bahkan dia tidak tahu nama dia sendiri.”

“Fenny.”

30911 dan 21901 terkejut mendengar suara lembut yang lucu itu, namanya Fenny. “Fenny? Itu bukan sebuah nama untukku, nama yang aneh.” kata 21901. 30911 hanya terdiam kemudian berkata kepada anak kecil bernama Fenny tersebut,”Baiklah Fenny, kenalkan namaku 30911. Maukah kau keluar dari sini dan kita berteman?”

BRUK!!

Fenny terjatuh disisi lain pada kendaraan, mereka berdua langsung mengarah ke Fenny lagi dan Fenny berlari dengan cepat, kabur dari mereka berdua. 21901 lalu berkata,”Lihatlah.. bahkan ia tidak sopan saat diajak bicara.” 30911 menunjukan wajah jengkel pada temannya lalu berkata,”Itu karena ia takut padamu.”

Mereka berdua berjalan kembali lagi menuju gedung tempat tinggal mereka sendiri. Setelah masuk lewat gerbang tersebut, kini yang datang adalah mesin raksasa mirip seperti vacuum cleaner, para mesin raksasa itu menyedot mayat-mayat manusia yang bertebaran bekas peperangan tersebut. Jujur, cuma anak perempuan kecil itu satu-satunya yang bertahan, tidak ada manusia dewasa yang bertahan hidup disana. Mesin penyedot raksasa tersebut kemudian membawa kumpulan mayat manusia ke lubang tanah yang besar yang digali oleh mesin robot yang lain. Mesin penyedot tersebut lalu memuntahkan mayat-mayat itu kedalam lubang tanah yang dalam mirip seperti lubang meteor yang besar. Setelah semuanya tertimbun habis disekitar gedung tersebut, barulah mesin robot lain mengubur mereka dengan tanah juga.

Setelah masuk kedalam, para robot dipanggil langsung oleh pemimpinnya untuk membersihkan diri mereka, kekamar mereka dan segera tidur untuk mengistirahatkan energi dan zat atau program yang terkandung dalam mesin mereka yang digunakan untuk memiliki perasaan sama seperti manusia.

30911 merasa bosan pada hidupnya yang setiap hari bangun tidur, bertahan diri, dan tidur. Robot wanita itu merasa ada yang kurang dalam dirinya. Ia kemudian terpikiran lagi soal Fenny, gadis kecil yang dicap tidak berbahaya oleh 30911. Ia sekali lagi melihat jendela yang berukuran kepalanya dan melihat kearah luar gerbang gedung ia tinggal dan ia memikirkan bahwa ia ingin bebas dan melihat ada apa yang ada diluar sana, tapi sayang G1010 tidak mengizinkan tentara-tentaranya keluar melampaui batas gerbang, kecuali hanya boleh bertarung dengan para manusia saja.

30911 kemudian menghampiri ranjang tidurnya yang terdiri dari kasur dan bantal saja, tidak seperti kamar perempuan pada umumnya, kamar itu polos, berwarna putih semua. 30911 berbaring diatas ranjangnya kemudian sekelompok mesin-mesin seperti kabel/selang, mesin seperti steampunk mempreteli tubuh 30911 dengan perlahan-lahan, kedua lengannya diambil, dibagian telinganya dimasuki kabel USB, kedua matanya tidak terlihat bening lagi tapi menghitam kemudian….

Mesin dimatikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s