CLOUDS

Fantasy Story

Menurut kalian mana yang lebih indah? Hidup kalian atau mimpi? Jika kalian memilih hidup kalian yang lebih indah, maka kalian harus mencari keindahan itu, jika kalian memilih mimpi, maka kaulah yang mengatur semuanya, tapi bukan ditempat kalian, tapi mimpi kalian sendiri.

Hal ini dialami Drinah. Gadis muda berusia 14 tahun yang masih memiliki rasa sedih dipikirannya karena ibunya tersayang yang sangat ia sayangi itu telah tiada karena sakit jantung, kini ia tinggal dirumah ditengah-tengah perkotaan yang rawan penculikan dan pembunuhan, tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai manager restoran. Setiap ayahnya pergi bekerja, Drinah harus mandiri, ia harus menyiapkan makanan untuknya sendiri, membersihkan rumah, dan meluangkan waktu bersenang-senang dengan sendiri, ditemani seekor kucing hitam kelabu yang berkeliaran dirumahnya sebagai temannya. Drinah harus menyiapkan semuanya dirumahnya. Meskipun hidup bersama kucingnya tapi itu tidak membuat Drinah merasa sedih, ia membawa kucingnya masuk dan bermain-main bersamanya. Drinah mengusahakan untuk tidak memikirkan ibunya karena hal itu membuat ia bersedih.

Saat ayahnya pergi bekerja… Drinah tengah menyapu-nyapu rumah. kucingnya pergi entah kemana. Tiba-tiba saja jendela terbuka sendiri. jendelanya cukup besar. Ia melihat kearah jendela, ia terkejut karena melihat awan tebal yang mendekat kearahnya dan dibawa gumpalan awan tersebut terdapat bangku panjang seperti ayunan. Drinah langsung menutup jendela karena ia takut, ia kira cuma halusinasi. Saat jendela tertutup, jendela terbuka kembali. Drinah mulai mengucek matanya lalu berkata,”Mungkin aku kecapekan.” Drinah melihat kucing hitam kelabunya melompat kearah jendela, Drinah lalu berkata,”Awas! Nanti kamu jatuh!” Drinah melihat kearah bawah dan melihat kucing kelabunya duduk dibangku panjang yang menggantung diatas awan tersebut. Drinah kebingungan lalu berkata,”Apa ini benar-benar mimpi? lalu kenapa rasanya seperti nyata?” Drinah kemudian mengunci pintunya agar seseorang tidak masuk kedalam, ia kemudian keluar jendela. Kucingnya sudah mengeong-ngeong tanda ingin menyuruh Drinah duduk disana. drinah berhati-hati dan bergetar karena ia belum pernah melihat ini sebelumnya. Saat bangkunya goyang-goyang, ia berhenti bergerak. Ia kemudian duduk pelan-pelan dan awan itu membawanya ketengah-tengah kota dan menggoyangkannya seperti ayunan tapi pelan-pelan.

Clouds

Seketika entah mengapa Drinah begitu tenang dan rileks, ia tidak merasa takut pada ketinggian, sesuatu dalam dirinya tidak membuatnya ia takut. bangku itu mengaunkan Drinah dan kucingnya dengan tenang. Kucingnya hanya berbaring dan tertidur dipangkuan Drinah.

clouds 2 walkthrough

Drinah melihat kearah bawah melihat ketinggian tersebut. ia tidak merasa takut kemudian ia berkata,”Aku ingin mencoba melompat seperti orang-orang yang ada di TV memakai parasut, tapi seandainya saja aku punya.” Tiba-tiba saja bangkunya mengayunkannya terlalu keras sehingga Drinah dan kucingnya terjatuh. Drinah berteriak keras dan kucingnya mengeong dengan keras juga seperti orang kaget. Tiba-tiba saja awan tersebut menangkapnya dengan lembut dan kucingnya juga. Drinah terengah-engah lalu berkata,”Jadi seperti itu rasanya yah?” Drinah baring disana dengan kucingnya yang ketakutan. Drinah menutup matanya karena merasa tenang dan ia memang menyukainya, ia beristirahat berbaring diatas bangku itu. Awan tersebut mengayunkan bangku itu pelan-pelan agar Drinah merasa nyaman. Drinah sekali lagi menenangkan diri, menutup matanya, mengelus-elus kucingnya.

Drinah!!!

Drinah!!

DRINAH!!!

Drinah kemudian membuka matanya dan terkejut, ia bukan berada disana lagi, duduk dibangku ayunan itu. Kucingnya mengeong sambil mengelus pipinya. Ayahnya tiba-tiba saja sudah berada dihadapannya, membangunkannya. “Drinah.. kamu kecapekan? Tidur dulu gih dikamar..” Drinah terbangun dengan mendadak lalu berkata,”Lho? Aneh?”

“Apanya yang aneh? ayah baru saja pulang dari kerja dan kamu belum memasakan makanan.” kata ayahnya sambil mengelus kepalanya. Drinah lalu berkata,”Maaf, kalo gitu aku cepet-cepet deh…” lalu ayahnya berkata,”udah, gak usah.. kamu pasti kecapekan. Ayah yang akan membelikan makanan. kamu istirahat saja dulu.”

Drinah bangkit berdiri segera pergi kearah jendela dan tidak melihat apa-apa disitu, melainkan langit sore dan jalanan yang macet. Drinah menghela nafas lalu melihat kucingnya yang menatapnya.”Kamu pasti tahu’kan apa yang terjadi tadi?” sambil menggendong kucingnya yang mengeong kearahnya.

“Sudah kuduga ini pasti mimpi, tapi terlihat seperti nyata.. Terserah deh.” kata Drinah sambil mengelus-elus punggung kucingnya dan kucingnya merasa nyaman. Drinah kemudian mengarah ke dapur dan meminum segelas air. Itu membuatnya tenang.

“Aku harap itu pasti ibu…” kata drinah sambil melihat kearah jendela dan berpaling kearah kucingnya. Kucingnya hanya menatap dia dan sepertinya mulutnya tersenyum, mungkin ia tahu yang terjadi padanya dan Drinah itu sungguhan.

THE END

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s