This Is Art!!

Hai guys and gals…

Sama aja, lu mau libur panjang, mau hari-hari normal seperti biasanya, sama aja lu jarang posting..

Alright, alright, tapi sekarang, aku ‘posting’kan? Well… well.. semestinya sih ini dibelang latepost, karena kejadiannya sudah lama, beberapa hari yang lalu, aku pergi ke Galeri Nasional.

wpid-20150617141913.jpg

Sudah lama aku belum ketempat seperti itu, Fatahillah? Sering itu mah! Seni Rupa dan Keramik? Udah pernah aku kunjungi kok. Galeri Nasional, nah.. jarang banget kesitu. Ini adalah kedua kalinya aku pergi kesana. Dan aku penasaran disana ada event apalagi yang akan diadakan, ternyata, aku cek website resminya…

http://galeri-nasional.or.id/

Ada event beginian…

wpid-poster-pameran-orde-baru.jpgHmmm… ok. Jadi lantas, aku pergi kesana, setelah sampai ditempat itu. Aku kira aku bisa langsung masuk kedalam pintu masuknya dan menikmati karya seni yang ada disana, tapi nyatanya… setelah sampai pintu masuk, seorang mahasiswi menghalangiku dan katanya didalam museum sedang ada seminar, ia mengatakan aku harus menunggu sampai jam 3 baru boleh masuk. Baiklah, ok… aku menunggu, sambil menunggu, aku jalan-jalan keliling lapangan seperti orang tidak jelas. Aku menemukan patung abstrak ini.

wpid-20150617162032.jpg

Huuf… aku takkan pernah tahu arti dari patung abstrak  ini apa, tapi kalau aku lihat, bentuk patung ini seperti dua tangan yang sedang bergandengan, tapi aku yakin pasti bukan itu jawabannya. Kemudian jalan-jalan kebelakang museum, aku menemukan sebuah karya seni temporer yang awesome banget!!

wpid-20150617142253.jpg

See? Bagaimana? Bagus bukan? Kebanyakan yang datang kesini mahasiswa-mahasiswa, nggak yakin kalo mereka mau ke museum ini cuma untuk mempelajari yg ada di museumnya atau… gak ada ide lain mau kemana lalu galeri inilah yang jadi pelampiasannya, hehehe…

Setelah menunggu satu jam, akhirnya jam tiga lewat, festival OKVideo di buka. Astaga… aku menulis artikel ini sambil mendengarkan musik, rasanya… ingin berhenti menulis.

Memang lagu apa yang lu dengerin?

Lagu Ambient

Hmm… pantess…

Oh yah,  sebelumnya, mengapa dinamakan OK Video Media Arts Festival? Well, because OK. Video adalah festival seni internasional yang diselenggarakan dua tahun sekali sejak tahun 2003 oleh ruangrupa, sebuah organisasi seni rupa kontemporer di Jakarta. OK. Video membuka ruang bagi karya-karya seni media yang membahas fenomena sosial dan budaya di Indonesia dan mancanegara dalam format festival dengan tema spesifik. Pada tahun 2015, OK. Video mengubah namanya dari “Jakarta International Video Festival” menjadi “Indonesia Media Arts Festival” sebagai tanda perluasan capaian artistik.

Ok, karena tema yang mereka selenggarakan kali ini adalah Orde Baru. Aku sempat berpikir mengapa Orde Baru? Ohh… mungkin ingin mengenalkan kepada kita bagaimana perkembangan seni dan teknologi yang digunakan dalam zaman orde baru. Well.. that’s explain everything. Haha.. setelah mengisi daftar tamu, tepat didepan mataku, ada sebuah karya seeni yang bagus sekali!

wpid-20150617154918.jpg

Arrgg… dua orang itu mengganggu pemadangan, tapi inilah, collage raksasa yang penuh dengan gambar-gambar atau ilustrasi benda-benda yang digunakan dalam zaman orde baru. Tapi ingat yang guys and gals, aku hanyalah bisa memberi opini atau pendapat, jadi jika apa yang aku katakan tidak benar, mohon dimaklumi, karena mata yang kupakai adalah mata orang awam. Karena jujur guys and gals… jika kalian kesini, ada banyak karya seni-karya seni yang tidak kalian mengerti. Kalo kalian mau datang, datanglah ke Galeri Nasional tgl 15-28. Karena event tersebut hanya berlaku pada saat tanggal itu.

Baiklah, kembali kgambar yang ada diatas, hmm.. jika kalian bertanya-tanya tentang televisi itu.Televisi jadul itu menyiarkan seorang pemuda dengan bangganya menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’, kalau aku lihat itu bukan tampang bangga, melainkan itu seperti.. hmmm… ia berniat menyanyi sih, tapi dia setengah malas melakukannya. Kalo dilihat lucu juga sih, haha…

wpid-20150617153710.jpg

Aku kira didalamnya terdapat banyak lukisan yang bisa aku foto-foto, tapi aku baru sadar setelah melihat poster event itu sekali lagi, ini adalah Media Arts! Media Arts! Bukan Fine Arts!!

Pantas saja, aku hanya menemukan benda-benda, video-video art dan instalasi lainnya. Hmmm… untuk gambar yang diatas aku tidak yakin ini tentang apa, tapi menurutku benda-benda seperti majalah-majalah yang dipanjang dibawah, dan la,pu gantung antik itu hanyalah sebagai hiasan dan artikel dimajalah jadul itu merupakan berita-berita yang yang menjadi ‘trending topic’ pada masa orde baru tersebut.

Bagiamana yang ada dibelakang dan sekitarnya?

Oohhh.. itu cuma instalasi video yang menyiarkan video tentang kejadian-kejadian yang tidak terlupakan pada zaman orba itu. Tapi bukan cuma video dari seniman Indonesia sih yang memamerkan semua video didalam sana. Ada sebanyak 73 seniman dari berbagai negara yang memamerkan karya seni mereka didalam museum tersebut. Ada banyak sih videonya.. tapi maaf, aku tidak bisa memberikan videonya disini, karena:
1.Terlalu banyak video, come on! Yang benar saja?! Masa gw rekamin semua video satu-satu, belum yang lain juga ingin menonton.
2. Karena ini adalah hasil karya orang lain, aku takut menjadi seorang plagiator karena merekam hasil orang lain
3. Percuma… lu gak bakal ngerti!! Hahaha.. *jahatbangetyah*

Kebanyakan dari video-video tersebut, ada video yang bisa aku mengerti, ada yang tidak aku mengerti apa maksud dari video tersebut. Aku ernah menemukan salah satu video art, aku lupa siapa nama senimannya, pokoknya ia berasal dari Taiwan. Jadi menurutku, menurutku yah, ceritanya ia ingin mengekspresikan rasa nasionalismenya  lewat berteriak semboyan atau yel-yel kemerdekaan semacam itulah didalam sebuah puing-puing kota yang hancur yang… mungkin itu adalah bekas peperangan antar negara lain. Hahah… lucu sekali ketika banyak orang yang menonton film tersebut dengan mulut menganga dan berkata,”Apaan nih?!” Banyak sekali orang yang bingung. Aku suka ketika melihat karya seni yang menghasilkan ‘kebingungan’ banyak orang heheheh…Karena… bagaimana tidak bingung?! Seniman tersebut hanya merekam benda mati sepeti puing-puing kota yang hancur dan dirinya sendiri berteriak-teriak tidak jelas dan memakai seragam seperti seorang jenderal. Aku mendengar ada seseorang yang mengatakan, ada-ada aja yah orang itu mengekspresikan apa yang ada didalam benaknya.

I mean.. hey, this is ART! It suppose make you confuse about what’s going on.

Mau karya seni yang makin tidak jelas dan mengundang pertanyaan? Nih.. rasakan bedanya..

wpid-20150617153647.jpg

What the f*ck is that?!

Who knows? This is art. Aku tidak begitu yakin karya ini sengaja dipamerkan atau barang-barang ketinggalan? Beneran! Sumpah! Aku melihat karya seni ini tepat didepan mataku, karya ini benar-benar dipamerkan. But.. still, i don’t know about this art, karena aku tidak membaca keterangan sama sekali, tidak ada judul didekat karya seni tersebut.

Baiklah, aku tidak bisa memberitahu banyak hal lagi, karena jika kalian ingin menghayati seni tersebut, kalian harus seharian berada didalam museum tersebut. Karena jujur guys and gals, ada banyak instalasi video art yang susah dipahami.

Jadi, aku skip… lanjut ke gedung B, eh… B atau C yah? Pokoknya di Galeri Nasional terdapat 3 gedung. Aku hanya bisa mengunjungi 2 gedung karena satunya lagi direnovasi, padahal itu museum permanennya. Nah, untuk gedung yang kedua, seperti inilah suasananya dialam..

wpid-20150617161137.jpg

Hmmm… enak yah pas lagi pacaran menikmati karya seni yang membuat bingung, karena didalam sana sepi banget. See? Kebanyakan yang dipamerkan adalah instalasi Video Art. Kita harus menonton film tersebut sampai habis jika kita ingin benar-benar melihat karya seni yang sesungguhnya. Sudah kubilang’kan jika kita ingin menghayati, kita harus seharian didalam museum tersebut. Tapi tenang saja, masih ada kok seni yang berbentuk bingkai

wpid-20150617155620.jpg

Gambar yang ada diatas merupakan gambar-gambar perangko yang digunakan pada zaman orba.

Ok.. untuk gambar-gambar, aku hanya bisa menulis sampai sini saja. Begitu sulit untuk menjelaskan  apa yng terjadi disana, but… what a day! Setelah 3 jam mengelilingi karya seni yang ada disana, well… aku pulang dan beristirahat dirumah. Lagipula aku tidak bisa memberikan begitu banyak spoiler karena ini adalah event temporer.

Ok, baiklah, aku selesai dulu, aku harap aku bisa ngeblog lagi. 😀

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s